Kamis, 17 April 2014

MINYAK KAYU PUTIH, MINYAK LEGENDARIS TURUN TEMURUN



Siapa yang tidak kenal dengan minyak kayu putih…? Ya minyak kayu putih merupakan obat obatan yang bagi saya cukup wajib untuk kita sediakan dirumah selain obat luka, kapas, dan Alkohol. Minyak kayu putih malahan obat wajib bagi si baby. Adakah diantara kita yang waktu kecilnya tidak diberikan minyak kayu putih..? Hampir semua dari kita diberikan minyak kayu putih. Namun tahukah kita dari manakah asalnya minyak kayu putih..?

Senin, 07 April 2014

MAWAR (Rosa Sinensis) MEMEBERIKAN BANYAK MANFAAT

 


   Mawar merupakan komoditas Hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak diminati konsumen serta di budidayakan secara komersial. Bunga yang telah di budidayakan sejak 5.000 tahun silam ini menjadi idaman di berbagai belahan dunia. Kenapa tidak, Karena bentuknya yang cantik sangat indah dipandang dan memberikan aroma yang wangi keluar dari kelopaknya jika kita menghirupnya. Setiap mata yang memandang dan menghirup wanginya aroma yang keluar dari kelopak bunga ini akan menjadi tenang dan tentram. Bunga yang menjadi lambang cinta ini tidak saja seindah bentuknya sebab dibalik kecantikannya terdapat berbagai manfaat.

Rabu, 02 April 2014

KHASIAT SIRSAK




Sirsak merupakan salah satu jenis buah lokal yang belum banyak di usahakan secara khusus, padahal komoditas ini memiliki prospek yang sangat baik.
Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembnag). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19,
MANFAAT SIRSAK UNTUK PENGOBATAN

Manfaat buah sirsak sangat banyak mulai dari buahnya,daunnya dan pohonnya.

a. Buah/Biji





Rabu, 26 Maret 2014

Penyebab kebakaran hutan dan dampaknya bagi manusia




Hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan, rumput, jamur dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas. Negara Kita Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan beraneka ragam jenisnya dengan tingkat kerusakan yang cukup tinggi akibat pembakaran hutan, penebangan liar, dan lain sebagainya.

Selasa, 25 Maret 2014

PERBEDAAN IKAN SIDAT DAN BELUT

PERBEDAAN IKAN SIDAT DAN BELUT

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Salah satunya ikan, merupakan makanan pokok masyarakat dari kalangaan menegah hingga kalangan atas. Dibalik kelezatan ikan tersebut terkandung gizi dan potein tinggi, tetapi ada hal yang unik dibalik itu semua yang membuat kita berdecak kagum, dari ikan yang bentuknya aneh, unik, cantik, seram, menakutkan, menjijikkan jika kita melihatnya apalagi menyentuhnya hingga ikan yang mirip ular yaitu ikan sidat dan belut.
Bagi orang awam yang belum mengerti ikan sidat dan belut mungkin akan mengira bahwa kedua jenis hewan ini adalah sama. Mungkin secara morfologi kedua jenis ikan ini memiliki kesamaan, akan tetapi ketika kita lihat lebih detail lagi sebenarnya keduanya memiliki beberapa perbedaan. Adapun perbedaan kedua jenis ikan ini terletak pada beberapa bagian yaitu:

No
Letak perbedaan
Sidat
Belut
1
Bentuk
Cenderung bulat penuh dan panjang dengan bentuk ekor yang papak. Dibagian kepala cenderung papak dibagian mulut mempunyai kumis pendek berwarna kuning dan mempunyai sirip di bawah kepala
Cenderung pipih dengan ekor yang meruncing. Berntuk kepala runcing, tanpa kumis dan tanpa sirip.
2.
Tulang
Struktur tulang sidat yang sama dengan kebanyakan ikan sebagai contoh ikan lele atau ikan gabus.
Struktur tulang atau duri yang agak rumit hampir membentuk karakter plus (+) sehingga proses lebih rumit lagi ketika mengolahnya menjadi filet.
3.
Habitat
Sidat murni hidup di air yang tidak memerlukan media lumpur sebagai tempat hidupnya, namun sidat juga membutuhkan supply oksigen yang tinggi dan suhu panas (25-300C) agar tumbuh kembangnya menjadi maksimal.
Untuk perkembangganya belut dapat tumbuh dengan baik pada media lumpur.
4.
Pemijahan
Sidat akan berpindah tempat ketika akan berkembang biak, ikan ini akan berimigrasi ke laut ketika musim kawin dan memijah. Setelah selesai ikan ini akan kembali ke sungai atau perairan tawar lagi. Dan ketika telur-telurnya menetaspun anak-anak dari sidat akan bergerak menuju sungai atau perairan tawar.
Berbeda dengan belut tumbuh dan berkembang biak dilumpur yang memiliki air tawar.

v  Karakteristik Ikan Sidat dan Belut
Dalam ilmu taksonomi hewan menurut Nelson (1994) ikan sidat diklasifikasikan sebagai berikut:
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Subkelas          : Neopterygii
Division           : Teleostei (Ikan bertulang belakang)
Ordo               : Anguilliformes (Sidat)
Family             : Anguillidae
Genus              : Anguilla
Species            : Anguilla spp.


Klasifikasi belut adalah sebagai berikut:
Kelas               : Pisces
Subkelas          : Teleostei
Ordo                : Synbranchoidae
Famili               : Synbranchidae
Genus              : Synbranchus
Species            : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw  
                           (Belut sawah); Macrotema caligans (belut kali/laut).
v  Manfaat Belut
1.      Sebagai penyediaan sumber protein hewani
2.      Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari
3.      Sebagai obat penambah darah. (I.R)    

Sumber:
https://id-id.facebook.com/permalink.php?story_fbid=137503349616031&id=134833293221201

Senin, 27 Januari 2014

EM 4 Mampu Meningkatkan Produksi Burung Puyuh


Jika selama ini penggunan EM-4 (Effective mikroorganisme 4) untuk kebutuhan Pertanian saja tidak bagi pria yang bernama Sutoro. Karena EM-4 digunakan Sutoro untuk budidaya burung puyuh yang mampu menghasilkan telur berkualitas dengan rasanya yang gurih. Tidak itu saja puyuhnya-pun jadi lebih rajin bertelur. “kata pria pemilik Tri Berkah Quail Farm di Kampung Buniaga, Desa Ciherang, Kec. Pacet Jawa Barat yang selalu aktif mengguanakan EM-4 untuk budidaya ternak unggas miliknya.

          Penggunaan EM-4 oleh Sutoro membuat ternak miliknya lebih sehat, meningkatkan napsu makan, puyuh tidak mudah sters, rajin bertelur, kotorannya tidak berbau dan lebih kering serta daginnya untuk dikonsumsi lebih gurih. Bagi pria ini kesehatan unggasnya adalah hal yang utama, itu sebabnya pengunaan    EM-4 dalam membudidayakan unggasnya merupakan hal sangat efektif. Terlebih lagi Sutoro kerap menggunakan EM-4 sebagai jamu untuk ternaknya, sebagai campuran ari minum. Hasilnya ternak burung puyuh Sutoro tetap sehat tidak gampang sters bertelurnyapun lancar.

Adapun metode yang diterapakan Sutoro dalam budidaya Unggasnya agar selalu sehat tidak mudah sters, rajin bertelur, rasa daging nan gurih dan kandangnya tidak berbau adalah sebagai berikut:
1.     Sutoro menggunanakan EM-4 sebagai jamu ternaknya dengan mencampur 0,25 cc EM-4 untuk 1 liter air.
2.     Pemberian pakan dicampur 10 cc EM-4 untuk 1 Kg pakan.
3.    Demi menjaga kebersihan kandang agar tetap bersih tidak berbau akibat kotoran puyuh Sutoro menyemprot kandangnya dengan EM-4 dosis 10 cc untuk 1 liter air. 
Alasan Sutoro menggunakan EM-4 adalah untuk menghindari bau yang ditimbulkan kotoran unggas, menekan penyerangan lalat dan serangga ternak, mengurangi sters, memperbaiki mutu daging dan mengurangi jumlah kematian ternak. Dan tak lupa pula agar selalu mengontrol kesehatan puyuh, apabila terdapat puyuh yang sakit segera dikarantina.
Menurut Sutoro puyuh merupakan unggas yang potensial untuk dibudidayakan, karena selain dapat diambil telurnya daginnyapun dapat juga dikomsumsi. Diantara seluruh jenis unggas petelur lainnya, ternyata puyuh termasuk unggas penghasil telur terbesar kedua setelah ayam ras petelur.
Menurut perhitungan kasar saja burung puyuh dapat bertelur setiap hari hingga 80%, jika memelihara puyuh 1.000 ekor, berarti 1.000 x 80% menjadi 800 butir. Jika I butir harga terendah Rp. 185 saja itu menghasilkan Rp.148.000/hari. Sedang untuk pakan hanya membutuhkan 20 Kg/hari. Kalau harga pakan Rp. 3.500 jadi per hari  Rp.70.000 ditambah obat-obatan dan probiotik (EM-4) dan lain-lain Rp. 30.000, masih sisa keuntungan bersih Rp. 48.000 x 30 hari jadi perbulan menghasilkan Rp.1.440.000/bulan. Bagaimana jika memelihara burung puyuh 2.000 ekor atau 3.000, atau 5.000 ekor lebih tentu banyak lagi untungnya.
Dibandingkan dengan unggas lainnya seperti itik dan ayam unggas puyuh lebih unggul dalam bertelur karena jika ayam dan itik baru mulai bertelur setelah berumur sekitar enam bulan berbeda dengan puyuh sudah mulai bertelur pada umur 45 hari. Selain itu harga telur puyuh di pasaran selalu tinggi dibandingkan dengan biaya produksi. Oleh karena itu tidak pernah terdengar kisah seperti peternak unggas rugi akibat harga jual puyuh yang rendah.
Dilihat dari kegemaran masyarakat terhadap daging puyuh sebenarnya banyak diminati, namun biasanya daging puyuh jika dijual lebih dikenal dengan burung dara. Rasa daging nan gurih dan tidak memiliki banyak lemak membuat daging ini digemari masyarakat.

Nah tunggu apalagi jika ingin berwirausaha unggas inilah salah satu alternatif yang dapat diusahakan. Jangan pernah ragu dan yakinlah dengan apa yang kita usahakan, karena berkat keyakinan yang diiringi dengan semangat dan tekad yang kuat akan menjadi berkah yang berujung dengan keuntungan yang maksimal. Tetap semangat dan jangan lupa menerapkan teknologi EM-4 yang telah dibuktikan  pak Sutoro.(I.R)

Dikutip dari : Trubus September 2013.        

Jumat, 17 Januari 2014

JABON SEBAGAI TANAMAN PIONER TUMBUH BAIK DI TANAH BURUK

Dikutip dari Trubus Oktober 2013, menceritakan kesuksesan seorang pria yang berhasil membudidayakan kayu jabon dilahan marginal. Pria ini bernama Arif Jauhari seorang pengelola lahan milik Frendy Salim seluas 4 ha di Pasirgaram, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung yang semulanya lahan tersebut puluhan tahun merana dan hanya ditumbuhi gulma dan belukar yang tumbuh leluasa. Sang pemilik lahan awalnya tentu tidak ingin membiarkan lahannya terbengkalai tanpa adanya usaha apapun. Namun ditangan Arif Jauhari lahan tersebut telah diusahankan untuk budidaya jabon.

Bukan hal yang mudah untuk merintis itu semua karena kondisi lahan yang buruk memiliki tingkat keasaman rendah berkisar 3-4 dan lapisan tanah bagian atas amat tipis. Ditambah lagi dengan permukaan tanah yang banyak terdapat batu kacang. Istilah batu kacang ialah batu kecil seukuran kacang tanah. Dengan melihat kondisi lahan seperti itu tentu kita akan berfikir komoditas apapun yang diusahakan tentu akan sulit tumbuh di tanah seperti itu.
Meskipun demikian Arif tak patah semangat, ia berusaha untuk menghidupkan lahan tersebut dengan cara dan kemampuannya. Cara tersebut adalah membuat Lobang tanam, berikut uraiannya:

1.     Buat lobang tanam ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm
2.     Lobang tanam tersebut nantinya akan diisi 4 kg pupuk kandang kotoran ayam, 20 gr insektisida berbentuk granula, 250 gr kapur pertanian, dan 300 gr pupuk NPK perlakuan ini untuk setiap lubang tanam.
3.     Sebelum dimasukkan kedalam lubang tanam terlebih dahulu Arif mencampur seluruh bahan (No.2) hingga rata, kemudian barulah dimasukkan ke dalam lubang tanam ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm dengan jarak tanam 4 m x 4 m.
4.     Tahap selanjutnya tiga pekan lamanya Arif membiarkan media tanam di Lubang tanam. Alasan Arif membiarkannya dikarenakan Bahan seperti Kapur pertanian mengandung kalsium dan magnesium yang menyebabkan media tanam panas sehingga Arif membiarkan media itu selama 21 hari.
5.     Tiga pekan kemudian tingkat keasaman tanah berubah menjadi 5 sehingga memadai untuk penanaman bibit jabon. Sebab jabon mengkehendaki syarat tumbuh terutama untuk tanah tingkat keasamannya berkisar 5-7.

Mengapa jabon yang dipilh Arif untuk di budidayakan di lahan Marginal tersebut, karena jabon “Tanaman Pioner, genjah dan kekuatan kayunya lebih baik dibanding tanaman lainnya.” Sebagai tanaman pioner, jabon adaptif di lahan marginal. Sebab di lahan seluas 4 ha tersebut hanya 15 bibit yang mati dan Arif segera menyulamnya.

Hasilnya lahan milik Frendy Salim ditumbuhi jabon yang pertumbuhannya relatif seragam. Hal ini berkat Arif yang memang merawat jabon secara intensif. Untuk perawatan rutin selama masa pertumbuhan jabon Arif melakukan perawatan sebagai berikut:

1.     Untuk pupuk susulan Arif memberikan 5 Kg pupuk kandang kotoran ayam, 25 gr insektisida granula, dan 400 gr NPK per tanaman setiap 3 bulan pada tahun pertama.
2.     Setahun berselang, Arif meningkatkan dosis pupuk menjadi 5 Kg pupuk kandang kotoran ayam, 30 gr insektisida granula, dan 500 gr NPK per tanaman.
3.     Sebelum memupuk Arif mendangir tanah di bawah tajuk tanaman dan memberikan pupuk itu berjarak 60 cm dari pangkal batang. Namun interval pemupukan menjadi 4 bulan atau 3 kali setahun.
4.     Frekuensi pemupukan pada umur 3 tahun hanya 2 kali. Pada tahun keempat, Arif akan menghentikan pemupukan.  

Dengan perlakuan tersebut tanaman yang dikenal dengan nama latin Antocephalus cadamba tumbuh subur dan menjulang. Ketika Trubus menyambangi lahan tersebut pada 11 oktober 2013 diameter batang beberapa pohon mencapai 25 cm. Padahal, umur pohon belum genap dua tahun.  Berkat arif lahan yang tandus dan tak terurus telah disulap menjadi lahan yang bekualitas dengan menghasilkan komoditi kayu jabon dan tidak itu saja Arif juga menerapkan tanaman tumpang sari dengan mengoptimalkan lahan di bawah tegakan kayu jabon untuk menanam berbagai sayuran seperti bayam, kangkung dan caisim.

Tidak hanya sayuran, Arif juga membudidayakan ikan lele dengan membuat kolam terbuat dari terpal ukuran 3 m x 6 m. Di lahan tersebut terdapat 16 kolam lele, sebagian untuk pembeseran, lainnya untuk seleksi. Penembaran ikan lele yang dilakukan Arif berkisar 3.000 benih seukuran kelingking orang dewasa per kolam. Dengan tahapan pembudidayaan sebulan berselang, Arif memindahkan lele-lele yang ukurannya lebih kecil ke kolam lain. Tujuannya lele dapat tumbuh seragam. Selama budidaya 2,5 bulan Arif dua kali menyeleksi.

Sukses membudidayakan jabon di tanah marginal, Arif melirik kelahan bekas tambang timah di Airmesu, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Merupakan kerjasama antara PT Timah dan Kodim 0413 Bangka. Kondisi lahan tersebut lebih buruk dibandingkan tanah marginal di Pasirgaram, dengan tingkat keasaman hanya 3,1-3,6, lapisan tanah bagian atas (topsoil hilang sama sekali. Namu Arif tidak kehilangan akal. Arif membuat perlakuan sebagai berikut:

1.     Arif membuat Lobang tanam ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm dengan kedalaman 100 cm. Menurut Arif kedalaman 50 cm sebetulnya memadai untuk penanaman jabon. Namun risiko kematian bibit di lahan bekas tambang sangat tinggi ini lah salah satu alas an Arif untuk memperdalam Lubang tanam hingga 100 cm. Meski demikan penanaman bibit jabon tidak terlampau dalam.
2.     Tidak berbeda dengan penanaman di lahan marginal hanya saja Arif menambahkan tanah topsoil kedalam lubang tanam. Tanah topsoil didatangkan dari lokasi lain sebanyak 76 truk untuk masing-masing Lobang tanam ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm.
3.     Selanjutnya Lobang tanam nantinya akan diisi dengan 0,5 kapur pertanian, 5 Kg pupuk kandang kotoran ayam dan 100 gr NPK per Lubang tanam.
4.     Arif membiarkan Lubang tanam itu selama dua pekan alhasil tingkat keasaman tanah meningkat menjadi 5.
5.     Pada awal Oktober 2013, Arif menanaman bibit jabon di lahan tersebut.
6.     Dua pekan berselang tunas mulai bermunculan indikasi bibit tumbuh dengan baik.
Nah itulah salah satu perjuangan Arif untuk menghidupkan kembali lahan yang tandus dan hampir ditinggalkan oleh sebagian masyarakat. Tidak ada yang tidak mungkin dan tidak bisa kita raih selama ada kemauan pasti ada jalan hal ini telah dibuktikan oleh Arif meski menghadapi masalah namun Arif tetap berusaha dengan berbagai cara.(I.R)

Sumber: Trubus November 2013.