Rabu, 19 November 2014

Hasil Laporan Perjalanan Dinas Dalam Rangka Menghadiri Rapat Koordinasi dan Seminar Nasional Pehimpunan Penyuluh Pertanian (PERHIPTANI) di Lembang

Tanggal : 09 - 10 November 2014
Tempat  : Di Balai Besar Pelatihan Pertanian di Lembang dan kampus Universitas Padjajaran

       Kegiatan Dalam rangka koordinasi kegiatan PERHIPTANI Tahun 2015, ini dihadiri oleh berbagai instansi sedangkan dari Komisi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Provinsi Riau dihadiri oleh 1). Hj. Tetty Purnama Dewi, S.Pi, M.Si selaku Kepala UPT Pelatihan Perikanan Provinsi Riau, 2). Ir. Syafri selaku anggota Komisi Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan Provinsi Riau dan 3). Zalfiardi selaku Staf UPT Pelatihan Perikanan Provinsi Riau.
         
            Adapun hasil laporan dari kegiatan tersebut sebagai berikut:
  1. Seminar yang dilakukan di Balai Pelatihan Pertanian Lembang ini dibuka oleh Sekretaris Badan Penyuluh dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementrian Pertanian Bapak DR.Ir. Momon Rasmono dan dihadiri oleh Ketua PERHIPTANI DR.Ir.H.ISRAN NOOR yang merangkap sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesi (APKASI).
  2. Seminar dihadiri oleh 93 orang peserta yang terdiri dari unsur Penyuluh dari Kementrian Pertanian, Perwakilan Penyuluh dari seluruh Provinsi dan Pengurus DPW PERHIPTANI seluruh Indonesia yang jabatannya sehari-hari juga Penyuluh, DPP PERHIPTANI, DPD PERHIPTANI, Jawa Barat yang juga Penyuluh.
  3. Seminar intinya membahas kebijaksanan Pembangunan Pertanian dan Penyuluh pada periode Kabinet kerja 2014-2019.
  4. Hasil-hasil seminar yang dapat menjadi acuan antara lain adalah sebagai berikut:
  • Kebijakan swasembada Pertanian tetap diupayakan dengan prioritas komiditi adalah: Padi, Jagung, Kedele, Tebu dan Daging sapi.
  • Menteri Petanian yang baru belum lagi menyebut-nyebut keberadaan Penyuluh. Namun ini dapat dipahami karena relative sangat baru. Untuk itu PERHIPTANI segera beraudiensi dengan Menteri menjelaskan arti pentingnya Penyuluh.
  • Penyuluh kontrak THLTB_PP saat ini fungsinya sangat dominan karena jumlahnya lebih dari separuh penyuluh yang berjumlah lebih kurang 60 ribu Penyuluh. Untuk itu perjuangan formasi di Undang ASN perlu terus ditingkaakan. Tanpa THLBT_PP Penyuluh akan pincang.
  • Perlu perbaikan terhadap irigasi yang kondisinya saat ini 52% rusak.
  • Perlu perbaikan yang menyeluruh terhadap sistem pembenihan apalagi saat ini UMN Pembenihan kolaps.
  • Kelembagaan Penyuluh Kecematan dalam 2-3 Tahun kedepankan tuntas.
  • Balai Penyuluh Kecamatan kedepan merupakan lembaga simpul koordinasi tingkat Kecamatan. Simpul koordinasi antara Dinas Teknis, Peneliti/BPTP dan Penyuluh serta Petani.
  • Gapoktan yang ditumbuhkan sebanyak 48000 Gapoktan sampai saat baru 39% yang baik. Untuk itu perlu pembeninaan labih lanjut.
  • Menunjang Penyuluh kedepan pengaturan DAK akan dipisahkan antara Pertanian dengan Penyuluh. Dalam DAK akan didorong pengutan sarana prasarana Penyuluh berupa Rehabilitasi dan pembangunan baru BPP, Pengadaan sarana Penyuluh, alat bantu Penyuluh.
  • Penguatan Penyuluh akan dilakukan melalui penguatan Pelatihan. Pada tahun 2016 DAK Provinsi untuk Pelatihan.
  • Pengutan Pelatihan akan didorong juga dengan penguatan P4S.
  • Fokus BPSDM kedepan adalah Penyuluh.
           Selain seminar ini seluruh peserta seminar juga diajak untuk menghadiri pengukuhan Ketua DR.Ir. H. ISRAN NOOR menjadi Doktor di Universitas Padjajaran dengan judul:
DESENTRALISASI PEMBERIAN IZIN USAHA DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH DI TINGKAT KABUPATEN.
             Dalam disertasinya terungkap sangat banyak tumpang tindih pengaturan izin usaha yang mengakibatkan pemberian izin usaha tidak optimal dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Bila diserahkan Kabupaten maka akan lebih manigkatkan kesejahteraan Masyarakat.

Demikianlah hasil laporan ini disampaikan, untuk selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua.


Senin, 20 Oktober 2014

Hasil Pertemuan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Komisi Penyuluhan Perikanan Nasional Tahun Anggaran 2014.

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Komisi Penyuluh Perikanan Nasional pada hari/tanggal: Kamis/9 Oktober 2014. Bertempat di Hotel Perdana Wisata Jl. Jenderal Sudirman No.66 – 68, Cibadak Bandung dengan Tema ’’Akselerasi Pengembangan Sitem Penyuluh Nasional Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2014.
            Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bapak Dr. Husni Mangga Barani selaku Ketua Komisi Penyuluh Perikanan Nasional, Bapak Dr. Andi selaku Wakil Ketua Komisi Penyuluh Perikanan Nasional, Ibu Ir. Indriastuti, M.M selaku Anggota Komisi Penyuluhan Kehutanan Nasional, Ibu Dr. Ranny Mutiara Chaidirsyah selaku Sekretaris Komisi Penyuluh Pertanian Nasional, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau yang diwakili oleh Ibu Hj. Tetty Purnanam Dewi,S.Pi, MS.i selaku Kepala UPT Pelatihan Perikanan Provinsi Riau, Bapak Prof. DR. Ir. H. Irwan Effendi, M.Sc selaku Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Riau beserta Sekretaris Bapak Ir. Muharnes, Komsi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dan Selatan, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa tengah, Provinsi NTB, Provinsi Kalimantan Selatan dan Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan dan Tengah, Provinsi Gorontalao dan kabupaten Bogor.
Narasumber dalam kegiatan ini disampaikan oleh:
1.   Ketua Komisi Penyuluhan Perikanan Nasional dengan Judul materi Akselerasi Sistem Penyuluhan Nasional Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015 disampaikan oleh Dr. Husni Mangga Barani,
2.      Komisi Penyuluhan Kehutanan Nasional dengan Judul materi Perkembangan Kegiatan dan Beberapa Kisah Sukses Penyuluhan Kehutanan disampaikan oleh Ir. Indriastuti, M.M, selaku anggota Komisi Penyuluhan Kehutanan Nasional,

3.    Sekretaris Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional dengan Judul materi Eksistensi Komisi Penyuluhan Provinsi dan Kabupaten/Kota Dalam Mndukung Penyelenggaraan Penyuluh Pertanian disampaikan oleh Dr. Ranny Mutiara Chaidirsyah.


Kata Sambutan dari Bapak Dr. Andi selaku Wakil Ketua Komisi Penyuluhan Perikanan Nasional (Dua Kiri).



Pemyampaian Materi dengan Judul Akselerasi Sistem Penyuluhan Nasional Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015 disampaikan oleh Dr. Husni Mangga Barani, selaku Ketua Komisi Penyuluhan Perikanan Nasional (Paling Kiri)



Pemyampaian Materi dengan judul Perkembangan Kegiatan dan Beberapa Kisah Sukses Penyuluhan Kehutanan oleh Ir. Indriastuti, M.M (Tiga Kiri)



Pemyampaian Materi dengan Judul materi Eksistensi Komisi Penyuluhan Provinsi dan Kabupaten/Kota Dalam Mndukung Penyelenggaraan Penyuluh Pertanian disampaikan  Dr. Ranny Mutiara Chaidirsyah (Empat Kiri).



Ibu Ir. Indriastuti, M.M (Paling Kiri) selaku anggota Komisi Penyuluhan Kehutanan Nasional,  Ibu Dr. Ranny Mutiara Chaidirsyah selaku Sekretaris Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (Tengah) dan Ibu Dr.Rina Selaku KAPUSLUH Badan SDM Kementrian Kelautan  dan Perikanan.



Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (KP3K) Provinsi Riau Bapak: Prof.DR.Ir.H.Irwan Effendi,M.Sc (Tiga Kiri), beserta Ketua UPT Pelatihan Perikanan Ibu: Hj.Tetty Purnama Dewi, S.Pi, M.Si (Pertama Kiri)  dan Sekretaris Komisi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Bapak: Ir.H.Muharnes.



Prof.DR.Ir.H.Irwan Effendi,M.Sc, selaku (KP3K) Provinsi Riau menyampaikan aspirasi dalam FGD bahwa yang penentu kebijakan sebagai kunci keberhasilan suatu Kelembagaan Pemerintah maupun Kelembagaan Independen yang di bawah Payung undang-undang.



Para peserta Undangan FGD sedang mendengarkan pemnyampain Materi dari Bapak Dr. Husni Mangga Barani selaku Ketua Komisi Penyuluhan Perikanan Nasional


Dalam hasil Rapat dalam rangka Akselerasi Pengembangan Sitem Penyuluh Nasional Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2014 dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.     Perpes tentang kelembagaan penyuluhan belum terbit.
2.  Belum semua Kabupaten/Kota yang membentuk SKPD BAPELUH bahkan beberapa Daerah membubarkan.
3.     Koordinasi, sinergi dan harmonisasi antara Dinas tekhnis dengan Badan yang menangani Penyuluhan belum optimal.
4.  Kekurangan tenaga Penyuluh di Kabupaten/Kota di Indonesia/jumlahPenyuluh tidak sebanding dengan luas Wilayah dan banyaknya kelompok binaan.
5.      Terbatasnya pengankatan CPNS Formasi Penyuluh Perikanan.
6.      Pengalih Formasi Tenaga Fungsional Penyuluh Perikanan ke Tenaga Struktural.
7.      4 (empat) Tahun kedepan, Tenaga Penyuluh Perikanan 30% masuk Usia Pensiun.
8.  Luh Perikanan PNS di Daerah belum semua dilibatkan untuk program priorotas KKP dalam pembangunan Perikanan Wilayah.
9.    Fasilitas sarana dsn prasarana Penyuluh di Daerah bervariasi tergantung Daerah memandang penting tidaknya Penyuluh Perikanan.
10. Pos Luhkan masih terbatas, kebutuhan minimal sarana dan prasarana Penyuluh belum terpenuhi, tergantung Daerah memandang penting/tidaknya Penyuluh Perikanan.
11.  Sinergi anggaran Pusat dan Daerah belum Propesional. Dana Penyuluhan masih tergantung Pusat.
12. Kuantitas dan kualitas serta distribusi materi Penyuluhan belum maksimal, belum banyak materi terekomendasi tersosialisasi.
13. KPP dan KPKK perlu mempertimbangkan kinerja dari semua komponen, dan merekomendasikan hal-hal yang perlu dikerjakan demi lancar dan berhasilnya fungsi Penyuluhan ’’Pertanian’’.
14. Penyuluh ’’Pertanian’’yang bermutu dan yang berhasil adalah yang dapat membuat pertanian dinamis, dalam arti ada peningkatan produktivitas secara berkelanjutan, inovasi, peningkatan penghasilan petani dan peningkatan kesejahteraan keluarga petani. Termasuk didalamnya ketahanan Pangan di Daerah.
15. Penyuluh akan efektif bila ditunjang adanya SDMyang berkompetensi tinggi, prasarana dan sarana yang memadai, disediakan anggaran dan biaya operasional yang mencukupi. Itu semua harus selalu mendapat perhatian KPP dan KPKK.
16.  Pada tahun 2014 Menteri Kehutanan menerbitkan3 peraturan:
a)      Peraturan Menteri Kehutanan tersebut terdiri dari:
Ø  Permenhut No: P.44 =/Menhut-II/2014 tentang Pedoman Pembangunan Unit Percontohan Penyuluh Kehutanan.
Ø  Permenhut No: P.78/Menhut-II/2014 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani Hutan.
Ø  Permenhut No: P/78/Menhut-II/2014 tentang Pedoman Penyusunan Program Penyuluhan Kehutanan.
b)  Menyelenggarakan Lomba Wana lestari dengan 24 kategori, 5 diantaranya bidang Penyuluhan
c)    Menyelenggarakan uji kompetensi dengan target 500 orang dan sedang berjalan namun dari 479 orang yang diuji 431 orang dinyatakan kompeten.

Demikian lah hasil Pertemuan ini disampaikan untuk selanjutnya dapat ditindak lanjuti
dan bermanfaat bagi kita semua.




Rabu, 08 Oktober 2014

PERTEMUAN PENYULUH PERIKANAN SE-PROVINSI RIAU

      Pada hari Selasa - Rabu Tanggal 23-24 September 2014 Komisi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (KP3K) mengadakan Kegiatan Pertemuan Penyuluh Perikanan Se-Provinsi Riau bertempat di Hotel Grand Tjokro Pekanbaru Jl.Jenderal Sudirman No. 51 dengan Tema ’’Profil Perikanan di Wilayah Tapal Batas Provinsi Riau’’. Adapun Tujuan diadakan Pertemuan ini adalah:
1.      Menerima saran/masukan dari Peserta Pertemuan sebagai bahan pertimbangan kepada Gubernur Riau untuk dijadikan arahan kebijakan dan strategi Penyuluh Perikanan dan
2.      Meningkatkan profesionalisme Penyuluh Perikanan dalam melaksanakan Penyuluhan di Wilayah tapal batas di Provinsi Riau. 
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan Badan SDM Kementrian Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Bapak: Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc Selaku Kepala Bidang Program LUH Badan SDM Kementrian Kelautan dan Perikanan, Ketua Komisi Penyuluh Perikanan Nasional  yang diwakili oleh Bapak: Ir. Sumardi Suriatna, M.Ed, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Bapak: DR. Ir. Surya Maulana, M.Sc, MM, Sekretaris Bakorluh Bapak: Drh. Askardiya R Patrianov, MP, Ketua Komisi Pertanian Perikanan dan Kehutanan yang diwakili oleh Wakil Ketua KP3K Bapak: Ir. H. A. Kadir Hammid, Penyuluh Perikanan yang ada di masing-masing kabupaten/Kota Provinsi Riau, Penyuluh Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, HNSI dan Mahasiswa Faperika UR.
Narasumber dalam kegiatan ini disampaikan langsung oleh:
1.      Pusat Penyuluhan Badan SDM Kementrian Kelautan dan Perikanan yang disampaikan Bapak: Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc
2.      Komisi Penyuluhan Perikanan Nasional (KPPN), yang disampaikan Bapak:Ir. Sumardi Suriatna, M.Ed
3.      Sekretaris Bakorluh Provinsi Riau, yang disampaikan Bapak: Drh. Askardiya R Patrianov, MP
4.      Penyuluh Kabupten Bengkalis, yang disampaikan Bapak: Ir. Junaidi ABD Gani, MP
                Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini dimulai pada pukul 19.00 dengan pembukaan acara oleh Ketua Panitia Pertemuan Penyuluh Perikanan Se-Provinsi Riau yaitu Bapak: Ir.H. Muharnes selaku Sekretaris (KP3K). 


Pembukaan Acara dan Penyampaian Laopran Kegiatan 
Pertemuan Penyuluh Perikanan Se-Provinsi Riau 

Selanjutnya penyampaian Pidato Oleh Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Bapak: DR. Ir. Surya Maulana, M.Sc, MM. 


Kata Sambutan Dari Gubernur Riau 
Diwakili Oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau 

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Narasumber Bapak: Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc, dengan judul materi: Penguatan Sistem Penyuluhan Perikanan Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat. 

Persentasi oleh Bapak: Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc 
dengan juduk materi Penguatan Sistem Penyuluhan Perikanan Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat. 

Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antara peserta dengan Narasumber yang dikomando langsung oleh Wakil Ketua KP3K Bapak: Ir.H.A.Kadir Hamid. 


Wakil Ketua Komisi Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan Menanggapi Persentasi Yang Disampaikan Presenter sebelum Diskusi Dimulai


Peserta dari Kabupaten Kepulauan Meranti Bapak: Efialdi, SE menanggapi Persentasi yang disampaikan Narasumber dengan harapan adanya perhatian khusus untuk tidak disamaratakan antara Penyuluh daratan atau yang mempunyai fasilitas dan insfrastruktur yang baik dengan kawasan Perbatasan.


Peserta dari Kabupaten Bengkalis Bapak Ir. Junaidi ABD Gani, MP, menanggapi hasil persentasi dari Narasumber yang mengharapkan perlunya pelatihan khusus bagi Penyuluh dalam segi pemasaran.


 Sekretaris Bakorluh Bapak:Drh. Askardiya R Patrianov, MP memberikan saran  mengenai nasib penyuluh dan perlu perhatian khusus bagi penyuluh fungsional.

Acara selanjutnya diadakan pada tanggal 24 September 2014 dimuali pada pukul 09.00 pagi dengan pembukaan pertama penyampaian materi oleh Bapak: Ir. Sumardi Suriatna, M.Ed, dengan judul materi Kompetensi dan Indikator Kinerja Penyuluh Perikanan.
Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Sekretaris Bakorluh Bapak: Drh. Askardiya R Patrianov, MP dengan Judul materi : Peran Penyuluh dan Penyuluhan dalam Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Riau.
Dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Bidang KDKP kabupaten Bengkalis pada kesempatan ini disampaikan oleh Bapak: Ir. Junaidi ABD Gani, MP dengan judul materi Profil Kabupaten Bengkalis dan Kawasan Perbatasan.
Dari hasil Petemuan Penyuluh Perikanan Se-Provinsi Riau di dapatkan Rumusan sebagai berikut:
1.      Untuk menciptakan Penyuluh yang handal dan profesional Pemerintah harus memperkuat Kelembagaan Pangan terutama dari Provinsi sampai ketingkat Desa.
2.       Perlunya kesepakatan bersama antara Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri untuk menata kelembagaan Penyuluh di Daerah.
3.      Undang-undang No.16 tahun 2016 tentang sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan perlu dikaji ulang khusunya tentang masalah kelembagaan, SDM, sarana prasaranan dan biaya dari Pusat sampai ke Daerah.
4.      Dalam rekuitmen Penyuluh di Daerah agar dipertegas dalam Surat Keputusan untuk tidak beralih fungsi.
5.      Integritas Penyuluh harus menjadi persyaratan utama di dalam rekruitmen.
6.      Programa Penyuluh yang disusun pada tingkat Kecamatan  Desa, dijadikan besic perencanaan sampai ketingkat Provinsi untuk dijadikan kegiatan Penyuluh.
7.      Penyampaian materi dilapangan disesuaikan dengan kasus yang terjadi di lapangan.
8.      Untuk kelancaran tugas Penyuluh di lapangan di sertai dengan mobiltas yang memadai.
9.      Menggunakan teknologi  komunikasi untuk kelancaran tugas Penyuluh dalam memberikan informasi.
10.  Penyuluh mempuyai biaya operasional tetap yang bisa dipergunakan pada waktu darurat.
11.  Kegiatan desiminasi, demplot, kaji terap, Sekolah lapang, perlu kembali digerakkan untuk memberikan motifasi kepada Petani, Peternak, Pembudidaya Ikan, Nelayan, Pengolah Hasil dan Masyarakat yang bermukim disekitar hutan.
12.  Untuk Mencapai Penyuluh Perikanan yang Profesional tidak saja memiliki keterampilan teknis tetapi mampu juga mempunyai kecakapan analisis, partisipatif sehingga akan melahirkan pengusaha-pengusaha yang sukses dalam bidang Perikanan.
13.  Penyuluh Perikanan di Wilayah Tapal Batas mempunyai keterampilan khusus dan sarana prasarana, biaya yang sesuai dengan kebutuhan operasional.


Demikinlah Rumusan dari Pertemuan Penyuluh Perikanan Se-Provinsi Riau, kami dari segenap Pengurus dan Staf Komisi Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan, beserta Panitia Pelaksana Kegiatan Pertemuan Penyuluh Perikanan Se-Provinsi Riau mengucapkan Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu Narasumber dan Peserta Pertemuan Penyuluh Perikanan Se-Provinsi Riau mohon maaf atas segala salah dan khilaf.  Akhir kata kami tutup dengan sebuah pantun:
Kalo ada jarum yang patah
Jangan di simpan di dalam Peti
Kalo ada kata yang salah
Jangan di simpan di dalam hati


Kamis, 17 April 2014

MINYAK KAYU PUTIH, MINYAK LEGENDARIS TURUN TEMURUN



Siapa yang tidak kenal dengan minyak kayu putih…? Ya minyak kayu putih merupakan obat obatan yang bagi saya cukup wajib untuk kita sediakan dirumah selain obat luka, kapas, dan Alkohol. Minyak kayu putih malahan obat wajib bagi si baby. Adakah diantara kita yang waktu kecilnya tidak diberikan minyak kayu putih..? Hampir semua dari kita diberikan minyak kayu putih. Namun tahukah kita dari manakah asalnya minyak kayu putih..?

Senin, 07 April 2014

MAWAR (Rosa Sinensis) MEMBERIKAN BANYAK MANFAAT

 


   Mawar merupakan komoditas Hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak diminati konsumen serta di budidayakan secara komersial. Bunga yang telah di budidayakan sejak 5.000 tahun silam ini menjadi idaman di berbagai belahan dunia. Kenapa tidak, Karena bentuknya yang cantik sangat indah dipandang dan memberikan aroma yang wangi keluar dari kelopaknya jika kita menghirupnya. Setiap mata yang memandang dan menghirup wanginya aroma yang keluar dari kelopak bunga ini akan menjadi tenang dan tentram. Bunga yang menjadi lambang cinta ini tidak saja seindah bentuknya sebab dibalik kecantikannya terdapat berbagai manfaat.